Copy and Paste

Anda bebas mengambil content blog ini, tapi mohon sebutkan alamat blog ini dalam tulisan Anda.

You are free to copy the content of my blog. However, please let your readers know my blog as your source.

Selasa, 14 Oktober 2008

Menggugat Warisan Greenspan 5

"Usulan untuk mengadakan regulasi (terhadap derivatif - Y Pan), sekalipun minimalis, selalu ditolak oleh Greenspan dan pejabat tertentu di DepKeu," demikian kenang Alan S. Blinder, seorang mantan anggota DG Bank Sentral AS dan ekonom dari Princeton University. "Saya menilai bahwa beliau selalu menjadi pendukung setia derivatif."

Arthur Levitt Jr., seorang mantan Ketua Bapepam AS (SEC), mengatakan Greenspan menolak regulasi derivatif karena akan menjadi aib mendasar pemerintah.

Levitt lebih jauh mengatakan otoritas dan pengaruh Greenspan di sektor finansial global mendorong anggota legslatif, sebagai pembuat undang-undang, yang umumnya kurang paham mengenai sektor finansial untuk mengikuti saja pendapat beliau.

"Saya selalu merasa bahwa keangkuhan para legislator kita tidak ingin mengakui ketidakmampuannya dalam memahami konsep-konsep Greenspan," demikian Levitt. "Saya tidak pernah mendengar ada yang mengatakan, 'Apa sih maksud lo, Alan?'"

Ada sih, dalam jangka waktu teramat panjang, yang pernah mengajukan pertanyaan. Tahun 1992 Edward J. Markey, seorang demokrat dari Massachusetts yang mengetuai subkomisi telekomunikasi dan keuangan DPR, menanyakan apa yang perlu dipelajari otoritas berwenang (waktu itu The General Accounting Office) mengenai risiko-risiko derivatif.

Dua tahun kemudian otoritas akunting dimaksud menyampaikan laporan adanya celah dan kelemahan yang signifikan dalam pengawasan regulatori terhadap derivatif.

"Kegagalan mendadak atau penarikan besar-besaran dari perdagangan oleh salah satu perusahaan dealer besar dapat menyebabkan masalah likuiditas di pasar dan juga menyebarkan risiko ke pihak lain, termasuk bank-bank di bawah program penjaminan pemerintah federal dan sistem keuangan seluruhnya," Charles A. Bowsher, Ketua otoritas akunting, menjelaskan di hadapan Markey dan komisinya pada tahun 1994. "Untuk kasus tertentu, intervensi telah dan dapat berakhir dengan bailout yang dibayarkan untuk atau digaransi oleh pembayar pajak."

Dalam kesaksiannya pada waktu itu, Mr Greenspan meyakinkan kembali bahwa risiko-risiko di pasar keuangan, termasuk pasar derivatif, diatur oleh pihak-pihak swasta (pelaku pasar sendiri - Y Pan).

Bersambung ke bagian keenam. Lihat bagian keempat.
Lihat artikel asli.

Selengkapnya.....

Senin, 13 Oktober 2008

Menggugat Warisan Greenspan 4

... Keyakinan pada Sistem

"Kelihatannya berlebihan untuk membatasi transaksi (sebagian) derivatif yang baru-baru dan instrumen finansial inovatif lainnya dari dekade ini," begitu tulis Greenspan. "Kontrak yang paling buruk telah gagal (di pasar - Y Pan) dan investor tidak akan menggunakannya lagi di masa depan."

Dalam pidatonya di Georgetown, beliau tidak menyinggung regulasi sama sekali, sembari mengatakan krisis disebabkan kegagalan Wall Street untuk berperilaku dengan cara-cara terhormat.

"Dalam suatu sistem pasar yang berdasarkan kepercayaan (lihat ringkasan buku The Speed of Trust yang pernah saya tulis di blog ini - Y Pan), reputasi memiliki nilai ekonomi yang penting," kata Greenspan kepada audiens. "Oleh karena itu, saya sangat menyayangkan betapa kita telah begitu jauh membiarkan reputasi tak dihargai dalam tahun-tahun belakangan."

Sebagai Gubernur Fed Res bangkotan, Mr. Greenspan selalu menda'wahkan kekuatan pasar yang transenden yang mampu menciptakan kemakmuran (wealth-creating).

Sebagai penganut paham liberalisme (libertarianism), beliau menggunakan di antara pengaruh-pengaruh lainnya pengaruh seorang novelis Ayn Rand, yang menggambarkan kekuatan kolektif sebagai kekuatan jahat yang berhadapan dengan kekuatan kepentingan pribadi yang tercerahkan. Selanjutnya, beliau memiliki keyakinan sangat kuat bahwa pelaku pasar keuangan akan bertindak dengan cara yang bertanggung jawab.

Studi terhadap kebijakan Greenspan terhadap regulasi keuangan, khususnya derivatif, selama lebih dari dua dekade menunjukkan betapa beliau mempertaruhkan kondisi ekonomi negara berdasarkan keyakinan itu.

Ketika pasar derivatif mulai terbentuk di awal 1990-an dan pada tahun-tahun berikutnya, para kritikus menyampaikan kekuatiran tidak adanya aturan yang memaksa lembaga keuangan membuka informasi mengenai posisi mereka dan memaksa mereka mencadangkan dana untuk berjaga-jaga dari bermasalah.

Lagi-lagi, Mr. Greenspan yang disegani, dihormati, dan dijuluki Oracle menyatakan bahwa risiko dapat dikelola sendiri oleh pasar (tidak perlu diatur-atur maksudnya - Y Pan).

Bersambung ke bagian kelima. Lihat bagian ketiga.
Lihat artikel asli.

Selengkapnya.....

Minggu, 12 Oktober 2008

Menggugat Warisan Greenspan 3

Pada skala yang jauh lebih besar (daripada sekedar asuransi rumah dan kendaraan - Y Pan), kontrak-kontrak derivatif memungkinkan perusahaan keuangan dan korporasi mengambil risiko yang lebih kompleks yang tanpa asuransi akan mereka hindari - misalnya dengan memberikan lebih banyak KPR dan pinjaman korporasi. Selanjutnya kontrak derivatif dapat diperjualbelikan sehingga dapat membatasi risiko sendiri lebih jauh tapi sekaligus menyebarkan risiko tersebut ke pihak-pihak lain - menambah jumlah pihak yang terekspos sekiranya terjadi masalah.

Sepanjang 1990-an, sebagian pihak menilai derivatif semakin terhubung dan tergantung (seperti benang kusut atau jaringan kabel yang rumit - Y Pan) serta semakin tidak terduga risiko keamanannya sehingga perlu diawasi pemerintah agar sistem keuangan terlindungi. Dalam pertemuan-pertemuan dengan pihak pemerintah federal (pemerintah pusat AS - Y Pan), dalam atmosfir penuh kekaguman, Alan Greenspan meyakinkan bahwa Wall Street (pasar - Y Pan) dapat mengatur dirinya sendiri (ide klasik / neoklasik yang dihidupkan kembali oleh Ronald Reagan, Margareth Thatcher, dkk - Y Pan) sehingga pembatasan-pembatasan justru makin dihilangkan.

Sejak industri perumahan AS mulai kolaps, pendirian Greenspan telah diminta untuk direvisi. Para ekonom dari seluruh rentang spektrum ideologi mengkritisi beliau yang memilih kebijakan membiarkan (bahkan mendorong - Y Pan) booming perumahan terus berlanjut melalui kredit murah dan suku bunga rendah. Seharusnya sih beliau mengkoreksi harga melalui peningkatan suku bunga. Pihak lainnya mengkritisi beliau karena tidak mendisiplinkan lembaga-lembaga keuangan yang makin ngaco memberikan kredit.

Bagaimanapun sejarah mencatat kebijakan-kebijakan Greenspan di atas (mengenai suku bunga dan KPR yang lebih gampang dicerna - Y Pan), akhirnya peninggalan beliau bermuara pada 'binatang' yang lebih mendasar (sehingga bersifat laten, nggak mudah terlihat - Y Pan) akan tetapi tidak terlalu banyak disorot, yaitu derivatif.

Keyakinan pada Sistem

Beberapa analis berpendapat nggak fair menimpakan kesalahan pada Greenspan karena krisis ini tumbuh menyebar begitu luas. Pemikiran bahwa Greenspan dapat saja memilih kebijakan yang hasilnya berbeda sama sekali adalah naif. Begitu bela Robert E. Hall, seorang ekonom dari Hoover Institute yang berhaluan konservatif (seperti Alan Greenspan sendiri; lihat artikel yang pernah saya tulis berdasarkan buku Paul Krugman, The Conscience of a Liberal - Y Pan), sebuah kelompok riset di Stanford.

Greenspan sendiri menolak untuk diwawancarai oleh penulis. Juru bicaranya menyarankan agar penulis merujuk ke buku The Age of Turbulence, yang di dalamnya Greenspan menuliskan keyakinannya.

Bersambung ke bagian keempat. Lihat bagian kedua.
Lihat artikel asli.

Selengkapnya.....

Jumat, 10 Oktober 2008

Menggugat Warisan Greenspan 2

Masalahnya bukan karena kontrak derivatif gagal, tapi pelaku pasar yang tambah rakus. Kurangnya integritas menyebabkan krisis. Begitu argumen Alan Greenspan ketika memberikan pidato di Georgetown University baru-baru ini. Keandalan derivatif tidak dapat disejajarkan dengan keandalan pemenuhan resep dokter oleh apotik.

Argumen Greenspan di atas tidak sejalan dengan pendapat pakar lainnya yang juga 'menyalahkan' peran beliau dalam terjadinya krisis.

"Jelas sekali derivatif adalah pusat terjadinya krisis ini, dan beliau jelas pendukung utama deregulasi derivatif," kata Frank Partnoy, seorang profesor hukum dari University of San Diego dan juga pakar di bidang regulasi keuangan.

Pasar derivatif saat ini sebesar 531 triliun dolar, naik dari 106 triliun pada tahun 2002 dan dari hampir nggak ada hanya dua dekade yang lalu. Secara teori bertujuan membatasi risiko dan menghindari masalah finansial, derivatif malahan jadi sumber ketidakpastian dan penyebar risiko di tengah keraguan bagaimana perusahaan-perusahan menentukan nilainya.

Banyak ekonom mengatakan krisis dapat dihindari atau dipadamkan, seandainya Alan Greenspan mengambil tindakan yang berbeda selama dia menjabat Gubernur Bank Sentral, dari 1987 hingga 2006.

Selama tahun-tahun itu, Greenspan dipandang sangat membantu eksperimentasi yang dilakukan Amerika sehingga kekuatan pasar benar-benar bebas mengatur sistem keuangan. Sekarang Amerika merasakan akibatnya.

Derivatif diciptakan untuk mengurangi - atau menurut istilah Wall Street, to hedge - kerugian investasi. Contoh, dengan derivatif seorang pemberi piutang atau investor dapat memproteksi dirinya dari kerugian sekuritas KPR (jika para penerima KPR mengalami gagal bayar misalnya - Y Pan). (Nama derivatif berasal dari kenyataan bahwa nilai derivatif diturunkan / derives dari asset lain yang mendasarinya, seperti saham, surat berharga, dan komoditas) Banyak di antara kita sebetulnya memiliki derivatif yang sangat umum: asuransi rumah (atau asuransi kendaraan kalau di Indonesia - Y Pan).

Bersambung ke bagian ketiga. Lihat juga bagian pertama.
Lihat artikel asli.

Selengkapnya.....

Menggugat Warisan Greenspan 1

Saya menemukan artikel menarik di New York Times, dengan judul The Reckoning: Taking Hard New Look at a Greenspan Legacy. Berikut ini terjemahan (bebas) bagian pertamanya dari sepuluh bagian.

Bukan hanya lembaga-lembaga keuangan semakin kebal terhadap gejolak dari faktor-faktor risikonya, tapi sistem keuangan seluruhnya juga semakin kokoh - Alan Greenspan (2004).

George Soros (tahu kan?!) menghindari penggunaan kontrak keuangan yang populer disebut derivatif karena sebenarnya menurut beliau kita nggak tahu betul gimana sih kerjanya. Felix G. Rohatyn, seorang bankir investasi yang menyelamatkan New York dari bencana keuangan tahun 1970-an mengatakan derivatif berpotensi menjadi bom hidrogen yang dahsyat.

Dan Warren Buffet (tahu juga kan?!) lima tahun lalu mengatakan bahwa derivatif merupakan senjata keuangan pembunuh massal yang membawa bahaya yang walaupun laten tapi dapat sangat mematikan (lebih bahaya daripada senjata yang kelihatan dong - Y Pan).

Alkisah, kebalikannya, ada tokoh yang terkenal banget sebagai tokoh pembela dan pendukung derivatif. Pendapatnya sangat menentukan arah debat penggunaan dan regulasi instrumen keuangan ini, yang menjanjikan kepada investor risiko yang terbatas dan terkendali. Oleh karena sifat seperti asuransinya itu, derivatif mendorong investor melakukan transaksi-transaksi yang lebih berisiko (kan sudah dilindungi - Y Pan), yang pada gilirannya menggiring kepada krisis. Lebih dari satu dekade tokoh ini, yaitu Alan Greenspan, selalu sangat keberatan jika instrumen kesayangannya dipertanyakan oleh DPR maupun Wall Street. Dari pengalaman tahunan di pasar, kita dapati derivatif sangat efektif mentransfer risiko dari pihak yang tidak seharusnya menanggungnya ke pihak yang mau dan mampu menanggung risiko tersebut. Demikian kurang lebih penjelasan Greenspan di hadapan Komisi Perbankan DPD AS pada tahun 2003. Kami menilai akan salah kalau derivatif lebih jauh diregulasi. Demikian tambahan beliau (lihat juga ringkasan buku The Age of Turbulence yang pernah saya muat di blog ini - Y Pan).

Hari-hari ini, ketika cobaan ekonomi menekan dunia, Alan Greenspan tetap kukuh dengan keyakinannya, sembari mengatakan krisis finansial semacam ini hanya terjadi sekali dalam seabad.

Bersambung ke bagian kedua.
Lihat artikel asli.

Selengkapnya.....

addthis

Live Traffic Feed