Copy and Paste

Anda bebas mengambil content blog ini, tapi mohon sebutkan alamat blog ini dalam tulisan Anda.

You are free to copy the content of my blog. However, please let your readers know my blog as your source.

Sabtu, 25 September 2010

Di Luar atau Diluar

Seorang pengunjung blog ini, Mas Fajar mengajukan mana yang betul...

di luar atau diluar

Saya memang belum pernah membahas masalah ini yang menurut saya memang tidak bisa hitam-putih begitu saja. Sementara, saya menganggap dua-duanya dapat digunakan. Lho koq pragmatis banget? Ya, kesannya pragmatis, tapi sebetulnya alasannya tidak pragmatis. Begini alasan saya...

Kata dasar luar sesungguhnya menunjukkan tempat, sebagaimana dalam, atas, bawah, depan, belakang, samping, kiri, dan kanan. Aslinya begitu, tapi penggunaannya terkadang agak samar. Misalnya, kita sering mengatakan, "Di samping itu, ada masalah yang lebih penting." Nah, kata samping dalam kalimat ini bernuansa tempat, walau agak samar. Maksudnya bukan tempat secara fisik, tapi "tempat" dalam tataran ide yang lebih abstrak.

Nah, mengikuti argumen di atas, bisa disimpulkan bahwa penggunaan frasa-frasa di bawah ini tul-betul-betul belaka.
di dalam
di atas
di bawah
di depan
di belakang
di samping
di kiri
di kanan

Inilah aturan aslinya, dan dalam hal ini, "di" adalah kata depan. Kalau begitu, diluar keliru dong. Ok, menurut aturan asli memang keliru, tapi pernah mungkin kita bertanya-tanya apakah kata "into" dan "onto" dalam Bahasa Inggris aslinya memang begitu. Ternyata tidak! Mereka berasal dari "in to" dan "on to" yang kemudian digabung. Penggabungan kata seperti ini dikenal juga dalam tata bahasa kita.

Contoh penggabungan dua kata... Dua kata "orang tua" menjadi "orangtua" yang artinya bukan sekedar orang yang sudah tua, tapi ayah atau ibu atau pendahulu kita. Dua kata "ke luar" menjadi "keluar" yang bukan hanya berarti ke arah luar, tapi suatu aktivitas atau kerja. Bahasa Arabnya khoroja dan Bahasa Inggrisnya exit. Malah turunannya ada lagi, seperti mengeluarkan dan dikeluarkan.

Kasus "di luar" menjadi "diluar" mirip kasusnya dengan "out side" menjadi "outside" ya nggak? Tapi diluar bukan dibentuk dari awalan di- dan suatu kata kerja, karena luar bukan kata kerja sama sekali meskipun bisa aja kemudian diikuti kata kerja atau kata-kata yang bernuansa aktivitas. "Di" tetap saja asalnya adalah kata depan yang digabung dengan "luar" yang merupakan kata bernuansa tempat. "Diluar" seperti "outside" menjadi satu kata sendiri.

Nah, jebakannya di sini. Tidak semua pasangan dua kata, khususnya yang menggunakan kata depan, dapat digabungkan. Lho emang kenapa? Ya, karena memang begitu. Yang berikut ini mungkin bisa jadi ilustrasi.

dikantor tetap salah, mestinya di kantor
dijakarta tetap salah, mestinya di Jakarta
dikiri tetap salah, mestinya di kiri
... dan seterusnya...

Yang boleh digabung dan kemudian membentuk kata baru: keluar, kemana, kesana, kemari, diluar, dimana, tapi tetap saja ada dorongan untuk menggabung semuanya, hehehe, walaupun kurang tepat, seperti yang ini: diatas, dibawah, disini. Yah, begitulah bahasa memang apa yang digunakan, sedangkan penggunaan apapun oleh makhluk yang bernama manusia selalu ada pengecualian yang keluar dari aturan asal.

Anyway, akhirnya, kita tidak perlu banyak mengeluarkan energi untuk debat yang sifatnya seperti kasus belakangan ini. Khilafiah! Kita serahkan ke yang (tentunya aneh kalau kita gabung jadi keyang) berwenang aja. Artinya... Lihat kamus dong. Sayangnya Kamus Besar Bahasa Indonesia terkesan masih sulit diakses. PR pemerintah dan Lembaga Bahasa Indonesia.
!

4 komentar:

nia rahma mengatakan...

Pak Aan, sekarang Kamus Besar Bahasa Indonesia ada versi onlinenya, kita bisa mengakses di http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/kbbi/index.php

c h a mengatakan...

mana ? kok ga bisa diakses ?

Y Pan mengatakan...

coba googling. bisa saja url-nya udah ganti.

loly mengatakan...

waduh, terima kasih ya. jadi tambah semangat belajar bahasa :D

addthis

Live Traffic Feed