Copy and Paste

Anda bebas mengambil content blog ini, tapi mohon sebutkan alamat blog ini dalam tulisan Anda.

You are free to copy the content of my blog. However, please let your readers know my blog as your source.

Senin, 07 September 2009

Cerita Jenaka

1. Suatu ketika terjadi kecelakaan di jalan. Kelihatannya jatuh korban. Serius! Masyarakat sekitar mulai berkerumun untuk melihat. Seorang wartawan datang. Dengan sedikit tipu muslihat, dia berhasil menerobos kerumunan. Caranya? Dia mengaku bapak korban. Spontan massa memberi jalan. Sesampainya di depan korban, pucat pasilah dia. Korban ternyata seekor anak monyet.

2. Masyarakat mengidap penyakit. Lho penyakit apa? Penyakit daun kering! Wah, jenis penyakit apa itu? Mudah dikumpulkan, sulit diikat, berisik, dan mudah dibakar! O-o.

3. Seorang pemuda mengendarai motor tengah malam. Di perempatan, lampu merah menunggu. Kadung! Ia terobos aja, sementara polisi bersiap menyetopnya. SIM? Ada Pak! STNK? Ada Pak! Lalu kenapa Saudara melanggar lampu merah? Maaf Pak, saya nggak tahu ada Bapak.

4. Negara ibarat kapal besar. Salah satu penumpang ngebolongi kapal. Nggak tahu deh kenapa. Mungkin itu jalan singkat mendapatkan air. Harusnya penumpang yang lain mencegahnya. Kebetulan temennya lewat deket situ, lalu bertanya. Kamu lagi ngebolongi kapal ya? Iya! Kayaknya saya bisa ikutan nih. Begitulah negara ini...

5. Pulang umumnya menyenangkan. Habis jalan-jalan, capek, kemudian pulang. Senang! Setelah bekerja setengah mati, kemudian pulang ke rumah. Senang! Masyarakat juga punya tradisi mudik lebaran. Senang! Tapi waktu ditanya senang nggak pulang ke Rahmatullah, biasanya kita nggak langsung jawab. Takut kecepetan!

Demikianlah beberapa cerita jenaka yang disampaikan KH Zainuddin MZ di masjid kantor dalam rangka peringatan Nuzulul Qur'an hari ini. Setelah sekian lama nggak muncul di mimbar masjid kami, mungkin karena kesibukannya di dunia politik, kehadiran beliau disambut cukup hangat. Ustadz-ustadz kondang lain yang diundang belakangan ini di antaranya KH Abdullah Gymnastiar (sayang waktu itu pas saya keluar kota) dan KH Anwar Sanusi. Wah, charging-nya lumayan alhamdulillah.

Balik ke KH Zainuddin MZ, kesan saya gaya entertaining beliau belum berubah. Memang ada risiko pesan komprehensif da'wah malah nggak nyampe. Bahkan walau kerangka utuh khotbahnya cukup kuat, tetep nggak lengket karena ada risiko guyonan justru lebih atraktif buat audiens. Bagi saya ceramah tadi cukup mengena. Mudah-mudahan audiens yang lain kena juga.

Di akhir ceramah kiai sejuta umat ini, memasukkan pesan utama pentingnya keyakinan dan orientasi akhirat. Dengan teratasinya KUMAN (kurang iman), penyakit bangsa berupa KUDIS (kurang disiplin), KURAP (kurang rapi), dan KUTIL (kurang teliti) insya Allah akan teratasi. Nah, sebagai perantau di dunia ini, niscaya kita akan pulang. Selama merantau, kita ambil yang perlu dan kita nikmati yang boleh. Nggak berlebihan.

Cerita-cerita itu? Ya, fungsinya memang sebagai pelumas ceramah, biar lebih smooth. Hanya itu? Nggak! Lebih dari itu, banyak hikmah yang dapat dicerna melalui simbol dan perumpamaan.

Tidak ada komentar:

addthis

Live Traffic Feed