Copy and Paste

Anda bebas mengambil content blog ini, tapi mohon sebutkan alamat blog ini dalam tulisan Anda.

You are free to copy the content of my blog. However, please let your readers know my blog as your source.

Rabu, 16 Juli 2008

Suasana Assalaam

Saya baru sekali-sekalinya ke Solo. Nganter Rani ke Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Begitu mendekati Solo dari arah Yogya, masih di Sukoharjo, saya nanya ke istri. Alamat lengkapnya di mana sih? Eh, ternyata dokumen-dokumen disimpan di bagasi. Kebetulan kami berhenti di lampu merah dan mencari tempat stop. Di sebelah kanan ada Carrefour yang kelihatan baru buka. Terus saya beli koran lokal. Siapa tahu bisa sambil nanya. Sayang lampu keburu ijo.

Kami jalan terus dan saya memutuskan mutar balik untuk ke Carrefour. Siapa tahu bisa beli peta. Belum sempat sampai ke perempatan semula, istri melihat petunjuk ke Assalaam. Begitu besar di sebelah kanan. Waktu dari arah Yogya, harusnya petunjuk itu sudah kelihatan, tapi mungkin karena sibuk ngobrol dan debat jadinya luput. Padahal sebelumnya lagi ada pasar swalayan besar Assalaam. Ya... begitulah, nggak merhatiin jalan sih. Belakangan saya pikir mungkin juga papan petunjuknya kurang atraktif. Mungkin Assalam perlu menambah warna oranye dan kuning di papan besar itu.

Saya ambil jalan ke kanan. Setelah itu istri yang sebelumnya sudah pernah survey jadi inget kembali lokasinya. Ada Universitas Muhammadiyah. Nggak lama sampai di Assalam. Coba ke wisma dan tempat pondokan lain, ternyata penuh. Kalau nggak, kurang memadai untuk kami yang dari awal perjalanan 'direcoki' dua anak kecil yang lincah dan aktif. Akhirnya, setelah melihat-lihat Assalam dan survey pondokan di rumah penduduk, saya putuskan untuk ke Hotel Narita, sesuai rekomendasi petugas yang kami temui di Assalaam.

Berikut beberapa foto yang sempat diambil selama di dalam kampus pesantren.

Bersihnya cukup memadai. Memang bisa lebih baik lagi, tapi OK lah.





Suasana tenang juga cukup terasa. Kombinasi Solo dan pondok pesantren mungkin menambah aura ketenangan.




Belum lagi keramahan orang-orannya. Nje-nje Pak, nje. Begitulah ungkapan yang gampang terdengar.


1 komentar:

Anonim mengatakan...

JAYA SELALU ASSALAMKU.....(ALUMNI -98)

addthis

Live Traffic Feed