Copy and Paste

Anda bebas mengambil content blog ini, tapi mohon sebutkan alamat blog ini dalam tulisan Anda.

You are free to copy the content of my blog. However, please let your readers know my blog as your source.

Sabtu, 12 April 2008

Arsitektur Sistem Informasi 1

Saya memang bekerja di area sistem informasi dan manajemen informasi. Pun pendidikan S1 saya di Bandung tidak jauh dari situ, namun setelah bekerja di dunia nyata lebih dari 10 tahun dan setelah mendapatkan MBA, saya semakin menjauh dari sisi teknis. Singkatnya sekarang minat saya lebih blended, mungkin manajemen sekarang yang lebih dominan. Dengan latar belakang minat, pengalaman, dan pendidikan seperti di atas, saya lebih suka mengupas arsitektur sistem informasi secara konseptual, dengan risiko nggak nyambung atau dinilai nggak teruji secara praktis. Yah, nggak apalah, namanya juga berwacana.

Sebagaimana artikel saya sebelumnya, Sistem Informasi... Apa Sih?, R/evolusi Informasi, Faktor Sukses Sistem Informasi, dan Pembelajaran: Pengolahan Informasi Paling Strategis, faktor dominan dalam suatu sistem informasi adalah SDM. Kualitas sistem informasi sangat ditentukan oleh kualitas pengelolanya dan penggunanya. Pengguna yang saya maksud di sini jangan dibayangkan seperti pengguna sistem informasi dua puluh, bahkan sepuluh tahun yang lalu. Pengguna sistem informasi saat ini didominasi oleh knowledge workers yang di samping mengkonsumsi informasi dan pengetahuan yang tersedia di sistem, juga memproduksi informasi dan pengetahuan baru di dalam sistem.

Karena (because of) peran sentral manusia pada suatu sistem informasi, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan elemen utama dalam penggambaran arsitekturnya. Selanjutnya, saya akan mendiskusikan arsitektur sistem informasi dengan elemen manusia hanya ada di kepala. Mudah-mudahan Anda tidak menyimpulkan saya mengecilkan peran SDM. Tidak... tidak demikian. Nah, kita bisa menggunakan Enterprise Architecture sebagai acuan awal. Menurut referensi ini, arsitektur enterprais terdiri dari empat level: arsitektur bisnis, arsitektur informasi, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknis infrastruktur.

Seperti alasan yang telah saya kemukakan di muka, saya kurang kompeten mendiskusikan arsitektur teknis. Arsitektur informasi pernah saya bahas dengan mengambil kasus informasi yang relevan bagi masyarakat Bekasi. Lihat artikel Arsitektur Informasi Masyarakat Bekasi 3. Jadi, di sini saya belum mendiskusikan (mungkin di kesempatan lain) arsitektur bisnis tapi melompat ke arsitektur aplikasi. Oya, karena saya menggunakan acuan enterprise architecture, pembahasan berikutnya ini lebih relevan dilihat dari sudut pandang perusahaan atau institusi. Lebih jauh lagi, ini semakin relevan dari sudut pandang perusahaan atau organisasi bisnis berorientasi untung. Tetep, tapi, organisasi non bisnis cukup relevan dalam diskusi ini.

Sedikit aja mengenai arsitektur bisnis, ia menggambarkan proses bisnis yang berjalan dalam suatu organisasi. Tentunya ia harus dimulai dari misi, visi, nilai-nilai, sasaran-sasaran strategis, fungsi-fungsi utama, dan seterusnya. Arsitektur bisnis ini dapat digunakan untuk bermacam keperluan dalam organisasi, tapi di sini kita menggunakannya untuk keperluan sistem informasi. Saya jadi ingat ketika kantor saya menyusun IT Strategy. Ketika itu saya masih baru. Konsultan yang mengerjakan adalah ICL. Pada waktu itulah pertama kali saya berkenalan dengan berbagai arsitektur seperti ini secara cukup komprehensif, tapi mungkin karena konsepnya masih baru dan bentuknya buku-buku yang tebal tanpa didukung tools yang gampang digunakan, sulit juga menjualnya ke rekan-rekan. Jangankan dulu, sekarang pun walau sudah lebih mature, kesulitan menjual arsitektur masih terasa.

Berbeda level dan kegunaan, arsitektur aplikasi mungkin yang paling kongkrit dan lebih mudah digambarkan, tanpa kuatir banyak perbedaan-perbedaan persepsi. Secara umum, mungkin diperlukan tiga komponen utama besar. Pertama, aplikasi untuk pemrosesan transaksi. Kedua, aplikasi data warehousing & business intelligent. Ketiga, aplikasi untuk manajemen dokumen, rekod, dan konten (document, record, and content management system atau beberapa vendor software masih menyebutnya enterprise content management system). Tiga komponen utama dimaksud harus didukung sistem manajemen metadata, sistem manajemen data pokok dan referensi (master and reference data), dan sistem manajemen basisdata (database).

Mungkin Anda bertanya di mana aplikasi Office, email, website, KM system yang banyak digunakan oleh knowledge workers. Menurut arsitektur versi saya ini, semua aplikasi ada di dalam kelompok dokumen, rekod, dan konten. Laporan-laporan rutin, OLAP/cube, DSS, dll yang banyak juga digunakan oleh knowledge workers ada di dalam kelompok data warehousing & business intelligence. Bagaimana penjelasan lebih detil dari masing-masing aplikasi dan sistem di atas? Tunggu ya...

4 komentar:

cheriatna mengatakan...

blog berkesan, teruslah menulis.
salam dari biro arsitek

Y Pan mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Saya juga sudah berkunjung ke biro arsitek. Bolehlah kalau ada rencana bangun rumah, saya kontak-kontak.

Anonim mengatakan...

Apa siH TujuaN Dari ArsitektuR inFormasi Tu?
Bntu Ya..

AkbaR mengatakan...

Apa siH TujuaN Dari arsitektur inFormasi tu?
BnTu Ya..

addthis

Live Traffic Feed